Ketika Orang Tua Mengeluh Karena Anaknya #dirumahaja

Sudah memasuki bulan ke tiga sejak diumumkannya belajar #dirumahaja. Beberapa orang tua kini mulai mengeluh bahkan gak jarang juga orang tua bertanya kapan anak-anak kembali ke Pesantren. Salah satu keluhan orang tua ketika anaknya #dirumahaja adalah perihal handphone.

Sebelumnya aku mendapatkan beberapa keluhan dari orang tua santri asuhan aku, bahwa mereka udah kehilangan cara soal handphone. Jadi si anak ketika di rumah itu sering menggunakan handphone bahkan sampe larut malam. Udah ditegur tetep aja gak berubah-rubah bahkan ujung-ujungnya ada yang sampai berantem. Kemudian mereka meminta bantuan kepada pihak Pesantren.

To be honest, dalam kasus ini Pesantren gak bisa ngasih kontribusi yang banyak. Palingan cuma sekedar mengingatkan karena ya untuk saat ini pengasuham serta pengawasan ada dipihak orang tua masing-masing anak. Mungkin jika sebelumnya di rumah bisa santai-santai tanpa harus mengomeli anak ini-itu karena si anak tinggal di asrama, kini tugas pengasuhan yang selama ini aku emban beralih lah semua ke orang tua. Mengasuh anak usia remaja memang sangat menantang. Bahkan di asrama sendiri aku gak bisa memposisikan diri aku yang lebih di atas mereka dalam segala hal. Jadi triknya aku selalu menjajarkan posisi aku sama mereka dalam artian aku memposisikan diri sebagai temannya mereka.

Satu hal sih yang penting menurut aku yaitu bangun komunikasi yang baik sama si anak. Bukan maksud menggurui juga cuma sekedar share aja. Karena anak muda zaman sekaramg lebih senang didengar dari pada diperintah. Misal untuk kasus penggunaan handphone menurutku bisa tuh dikomunikasikan dengan baik. Misal orang tua menyediakan waktu luang sama si anak dengan kedua belah pihak sama-sama dalam keadaan lepas handphone; dimatikan atau disimpan handphonenya. Mulai ajak dengan obrolan ringan, misal seputar tugas sekolah sehingga sebagai orang tua tau soal handphone itu bisa digunakan berapa jam buat ngerjain tugas. Habis itu jangan terburu-buru buat nasehatin si anak, kita tanya lagi misal seharian handphone dipakai apa aja? Chatingan sama temen-temen, atau misal punya someone special? Atau nonton drakor kah? Youtube, baca Wattpad, Webtoon, atau bahkan si anak misal diam-diam sedang berkarya; menulis, membuat video, atau apapun itu coba ditanya secara perlahan. Nah kalau udah tau itu handphone dipakai apa ajakan gampang buat nasehatinnya. Oh ya jangan lupa anak seusia SMA itu udah gak bisa dibohongin lagi, mereka udah gede udah dewasa. Jadi pas nasehatin juga kasih nasehat-nasehat yang emang bisa difahami akal fikiran. Contoh bahaya dari keseringan main handphone menurut kesehatan gimana. Nah habis itu kita juga bisa bikin perjanjian sama mereka soal batas-batas waktu memainkan handphone. Dan jangan lupa sebagai orang tua yang baik kasih contoh yang baik pula untuk anak. Jangan sampai ketika kita sedang mengobrol dengan anak, kita sendiri malah masih main handphone.

Baiklah hanya segitu yang bisa disampaikan bukan bermaksud untuk menggurui. Semangat!

 

Ihat

 

 

1 thought on “Ketika Orang Tua Mengeluh Karena Anaknya #dirumahaja

  1. Pingback: Tulisan Minggu #23 2020 - 1 Minggu 1 Cerita .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s