Posted in Ihat's Diary

I Found You

Hai! Setelah seharian ini rasanya dibuat galau karena mikirin kamu *eh dan di saat dititik terjenuh ini justru aku menemukanmu dari sisi yang lain. Buatku jingrak-jingkrak sendiri di kamar. 😀

Well, nyatanya kamu cukup ambisius ya untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Dan enggak nyangka nya lagi kamu itu penggila buku. Dari beberapa buku yang kamu baca aku juga pernah membaca buku itu. Pantas saja aku pernah merasakan bahwa kamu itu refleksi atas apa yang selama ini ku baca. Nyatanya ada beberapa buku yang pernah kita baca.

Seneng rasanya dapat info ini. Entah mengapa acap kali mengetahui kabarmu, hidupku rasanya lebih bersemangat lagi.

Hallo! Apa kabar?

Aku kangen!

Dari Tasik yang sedang merindu,

Ihat Azmi

Advertisements
Posted in Kata-kata

Dan aku harus membunuh rinduku, padamu yang tak pernah mau peduli padaku. Ihat Azmi

Posted in Ihat's Diary

Si Senyum Sinis

Entah kamu menyadarinya atau tidak dan saat itu aku lupa. Ku kira tulisan tentangmu masih tersimpan dalam draft nyatanya sudah ku posting dan berada di urutan teratas. Aku hanya diam dan juga harap-harap cemas saat kamu membacanya dan menscrol sampai bawah.

Hai, hari ini aku pulang. Genap sudah 30 hari ini. Ku kira kamu akan datang ke stasiun, mengantarku pulang lalu say good bye. Nyatanya kamu disana tak mengantarku. Tahu begitu pagi tadi mungkin aku takkan menyia-nyiakan percakapan singkat kita. Sayangnya, diakhir kamu malah mengabaikan ku.

Mulai besok aku takkan lagi melihatmu makan sahur didepan pintu dapur, takkan lagi melihatmu yang selalu berlalu lalang di depan kelas pagi membuatku selalu tersenyum acap kali melihatmu, atau melihatmu menggunakan baju koko berjalan terburu-buru menuju Harvard room untuk sholat. Mungkin aku akan rindu dengan panggilanmu, “Ukh ukh atau us us.”

Aku suka saat melihatmu bercerita. Melihat matamu yang berbinar lalu ditengah-tengah pembicaraan kamu akan tersenyum sinis menampilkan deretan gigi kecilmu yang rapih. Buatku hmm.. Menahan greget. Atau melihatmu makan dengan lahap. Atau barang kali melihat penampilanmu yang kusut karena belum mandi.

“Have you taken a bath sir?” Tanyaku saat kamu melintas dihadapan kita semua.

“Yes I have,” jawabmu lambat sambil berlalu meninggalkan senyum sinismu.

Atau enggak tawa lepasmu selepas meledekku di acara bakar jagung. Aku kaget bukan main melihatmu tertawa lepas seperti itu. Aahh.. Pokoknya I will miss you sir. Berharap sama Allah pengen ketemu lagi pokoknya. Titik.

Hai terima kasih. Terima kasih karena telah membakar kembali semangatku dalam menggapai mimpi-mimpi.

Kereta menuju perjalanan Tasikmalaya,

Ihat Azmi

Posted in Puisi

Bagiku

Bagiku ini bukan konspirasi alam semesta sebagaimana yang diabadikan oleh Fiersa Besari.

Bagiku sore kemarin hanyalah sebuah konspirasi teman-teman semua. Hanya demi membuatku bahagia.

Dan kamu melakukannya karena tuntutan pekerjaan. Demi menyenangkan tamu, bukan begitu?

Kamu tahu?

Aku tak pernah memaksa.

Dan aku tak bisa seagresif temanku yang lain.

Mencoba menjadi orang lain berat ternyata dan aku tak bisa.

Hai! Kamu nyatanya masih menjadi senja bagiku. Sampai kapanpun kamu hanya akan menjadi senja bagiku. Menyakitkan memang semua ini.

The last day in Pare

Mei, 27th 2019

Posted in Ihat's Diary

Aku Bercerita

Pare, 13 Mei 2019

Bertemu denganmu, berbincang denganmu walau itu hanya beberapa detik, lalu melihatmu dari jarak dekat kini menjadi candu bagiku. Ingin lagi, lagi, dan lagi. Dan tentangmu kini sudah mengisi dalam sebuah lagu yang jika diputar maka otak dan hatiku langsung tertuju padamu.
Hai kamu! Yang awalnya aku sangat membencimu setengah mati, kini mulai menggerogoti bagian hatiku yang lain. Bahkan aku tak mengerti mengapa setiap bertemu denganmu jantungku berdegup cepat bahagia.
Ya Tuhan, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi jatuh cinta tapi mengapa perasaan ini muncul begitu saja? Mengapa? Aku tahu konsekuensi dari jatuh hati adalah patah hati. Dan aku sudah patah hati diawal cerita ini berjalan. Fakta bahwa nyatanya dia akan segera menikah.
Ya sudahlah, aku hanya bisa nyengir menahan pilu dihati. Nasibku begini amat yaa.
Tapi disisi lain aku menikmati perasaan ini. Perasaan yang aku pendam dalam hati dan biar semuanya melebur menjadi debu yang nantinya akan bertebaran bersama angin yang membawanya. Jika memang sudah digariskan, bisakah kamu menolak? Kalau pun tidak, yo wes. Nda apa-apa. Bisa jadi ada hal lain yang sedang menantiku dibelahan bumi sana. Keep positive thinking aja. The best of your is saat kamu pasrah dengan ketentuanNya. Bukan begitu mister? Hahaa. Versiku begini Allah is the best planner.
Maafkan aku yang lancang tiba-tiba menaruh hati padamu. I swear, I never plan for finding someone who can make me fall in love here. No. But, can you decide when you fall in love? It isn’t right?
I know, this is just no forever. Everything can be changed. Am I right?

Ya Allah entah aku harus bersyukur atau bersabar, saat doaku untuk bertemu dengannya selalu dikabulkan. 😂😂

Hai Mr. I just have 14 days here. And today, I feel very happy when I see you although so far hmm. You weared green skirt. So handsome. Aaaaa 😆😆