Posted in Ihat's Diary

Masihkah?

Dear September,

Aku panggil kamu September aja ya. Enggak apa-apa kan? Well, gimana kabar kamu? Udah lama banget ya enggak saling nanya ‘apa kabar?’ padahal dulu kayak rutinitas gitu. Dan entah mengapa aku paling senang jika kamu bertanya soal keadaanku. Kalau detik ini gimana? Mau nanya kabar ke aku enggak? Atau pengen tau langsung kabarku kayak gimana?

Alhamdulillah, I’m fine to thanks. And you? Kata tutor harus gitu kan? 😀 Iya mungkin kamu bisa liat keadaanku secara langsung, karena saat ini kita berada dalam satu ruangan yang sama. Huft, kamu tau enggak? Aku enggak pernah membayangkan ini semua sebelumnya. Dan sebelumnya aku marah banget dengan skenario yang dibuat Nya.

Kenapa sih kamu harus kembali?

Kenapa aku harus ketemu sama kamu lagi?

Dan parahnya lagi, kenapa harus berada dalam ruang dan waktu yang sama?

Gimana caranya aku mau lepas dari kamu kalau begini caranya?

Bertahun-tahun aku mencoba buat hapus kamu dari hidupku. Nyatanya?

Kenapa harus ketemu lagi sama kamu?

Diwaktu yang sangat panjang ini. Buat hidupku serasa sesak dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung jawab.

Begitulah segelintir rutukanku pada diri sendiri. Bertemu sebentar saja buat hatiku dag-dig-dug tak karuan apalagi berada dalam medium yang sama? Bagaimana ini?

Maka setelah itu aku mencoba untuk menerima setiap ketetapanNya.

Awalnya aku berspekulasi kalau kamu ilfeel sama aku, benci sama aku. Karena yang aku tangkap kamu selalu saja menghindar.

Tapi nyatanya setelah waktu mampu dilalui, aku mampu menatap matamu begitupun kamu. Mengobrol sebentar walau itu hanya diforum rapat. Dan rasanya lebih melegakkan dari yang sebelumnya.

Bahkan bertahun-tahun kamu tak pernah memanggil namaku lagi disosmed. Tapi detik itu, sepulang kumpulan itu kamu memanggil namaku kembali. Dan anehnya lagi perasaanku kembali lega.

Jika dulu yang kamu inginkan adalah kisahmu yang kutulis untuk kamu baca, maka kemarin hanya segelintir kisah yang kubuat dan itu untuk project kita semua. Well, aku sebenarnya setengah tak percaya. Pada akhirnya tulisanku kamu baca. Dan sore gerimis itu kamu kembalikan bukuku tanpa sepatah apapun. Sementara aku menerima dengan gugup.

Sudahlah, kusudahi saja petualangan ini. Setelah semuanya berjalan biasa saja rasanya aku siap untuk melepasmu. Melepas segala yang membelenggu ku selama bertahun-tahun ini.

Seperti katamu yang akan selalu ku ingat dan kini sudah tak diiringi harapan lagi,

Kalaupun berjodoh Allah pasti akan mempertemukan lagi.

Hmm.. Jadi bersikap seperti biasa saja ya? Kadang ada satu hal yang tak bisa kulepas darimu. Sampai kapanpun aku tak akan mengganti nama panggilan untukmu.

24/01/19

Ihat Azmi

Advertisements

Author:

Hello and welcome in my blog! I'm Ihat Azmi. I like reading, writing, and listening a music. I write everything I feel. I'm a student in Galuh University. Pempek is a my favourite food. You can read my writing here. So enjoy in my blog guys!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s