Posted in Cerita Yang Tak Pernah Usai

Haruskah Seperti ini?

3 November 2010

“Enggak usah manyun. Jelek.” Ucap Ayahku saat aku hendak berpamitan.

“Menang dan kalah sudah biasa. Emang yang bisa menentukan Nisa menang atau kalah siapa?” Sebuah pertanyaan yang tak butuh jawaban langsung dariku. Tentu saja semuanya sudah digariskan oleh Allah. “Yang terpentingkan Nisa sudah berusaha semaksimal mungkin, berdoa juga. Sisanya kita serahkan semuanya kepada Allah. Biar Allah yang tentukan.” Aku hanya diam mendengarkan. Rasanya sejuk sekali kalau Ayah sudah menasehati seperti ini.

“Kalau nanti kamu enggak jadi juara, enggak apa-apa. Berarti belum rezeki kamu. Itu artinya keberhasilan yang tertunda.”

Dan kenyataannya memang benar. Teman-temanku yang mengikuti perlombaan yang lain mereka lolos 3 besar dan mendapatkan piala. Sementara aku? Sudah dipastikan tentunya dengan insiden demam panggung kemarin mana mungkin aku lolos 3 besar? Dan iya faktanya aku hanya bisa menonton teman-temanku yang berada diatas panggung sambil memegang piala.

“Coba kalau kemarin enggak demam panggung. Nisa bisa jadi juara.” Celetuk guru pembimbingku dan entah kenapa rasanya aku sedikit tersinggung.

“Sini foto dulu,” ajak guruku kepada semua santri yang ikut lomba. Saat aku akan bergabung untuk berfoto, guruku langsung mengerutkan keningnya.

” Nisa, kamu kan enggak jadi juara. Jadi yang difotonya yang juara aja.” Aku menelan ludah lalu keluar dari barisan teman-temanku dan ikut berdiri disamping panitia yang akam memotret.

“1 2 3,” ucap panitia memberi aba-aba sebelum di jepret.

“Nanti cetakannya akan dikirim ke sekolah ya pak,”

“Iya terima kasih.”

Perih hatiku.

Jadi seperti ini?

Hanya untuk mereka yang juara?

“Udah jangan sedih. Kita menang juga berkat dukungan kamu kok!” Hibur teman-temanku.

“Eh liat! Itu kakak panitia yang kamu incar kan?” Tunjuk temanku ke arah kakak panitia laki-laki yang sedang berlari-lari kecil terlihat seperti terburu-buru.

Aku hanya tersenyum kecut.

Haruskah seperti ini perlakuan seorang guru terhadap muridnya?

Dan hari ini aku merasa tersisihkan!

Bahkan aku merasa terasingkan.

Advertisements

Author:

Hello and welcome in my blog! I'm Ihat Azmi. I like reading, writing, and listening a music. I write everything I feel. I'm a student in Galuh University. Pempek is a my favourite food. You can read my writing here. So enjoy in my blog guys!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s