Posted in Cerita Yang Tak Pernah Usai

Di Penghujung Oktober

Di penghujung Oktober 2010

Ada debar yang kurasa setiap kali berhadapan dengan kakak kelasku ini. Debar yang menjalar membuat irama nafasku tak beraturan, tangan yang gemetaran, mulut yang seolah terkunci rapat, dan pandangan mata yang beralih kesana-kemari, sukar bagiku untuk menatapmu.

“Jangan lupa persyaratan lombanya, besok ya.” Ucap kakak kelasku itu mengingatkanku kembali.

“Ini kak persyaratannya,” kataku dikeesokan harinya sembari menyerahkan formulir dan juga persyaratan lomba lainnya.

“Ok, syukran. Semoga sukses.” Balasnya sambil menerima berkas persyaratanku lalu tersenyum manis dan meninggalkanku begitu saja membuatku melongo seperti orang bego.

Hai! Namaku Anisa, usiaku 14 tahun. Abg labil yang masih mencari jati diri.

Ada satu hari yang tak akan pernah kulupa disepanjang hidupku. Hari yang menjadi titik awal mula cerita ini hidup. Hari yang terkadang kusyukuri kehadirannya dalam hidupku namun disisi lain selalu ku sesali karena aku tak pernah menemukan arti hadirmu dihidupku.

Untuk cerita yang tak pernah usai,

Advertisements

Author:

Hello and welcome in my blog! I'm Ihat Azmi. I like reading, writing, and listening a music. I write everything I feel. I'm a student in Galuh University. Pempek is a my favourite food. You can read my writing here. So enjoy in my blog guys!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s