Sesulit itukah untuk menjawab, “apa kabar?” Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja. Ihat Azmi

Advertisements

Tidak usah mencari karena kamu tak pernah mencari. Ihat Azmi

Dinding

Mengapa harus ada dinding diantara kita? -Ihat Azmi-

Ada hal yang tak bisa kujelaskan juga jawaban yang tak kunjung kudapati. Aku sudah lama meninggalkan ruangan itu. Ruangan yang hanya akan menyisakkan luka, saat aku telah jatuh hati dan kamu pergi bak ditelan bumi. Bertahun-tahun aku mampu menepis semua bayangmu, bahkan aku telah mampu menutup ruangan bagian dihatiku itu. Lalu setelah aku lupa, Tuhan menggiringku ke tempat lamamu dan itu adalah kali pertama aku dan kamu berjumpa di dunia nyata. Jika sebelum bertemu kamu masih mengabariku, lantas setelah bertemu? Kamu seolah membuat jarak. Dan sangat disayangkan, saat itu posisiku sedang patah hati juga hatiku yang tiba-tiba berdebar setiap kali berjumpa denganmu.

Untung tidak lama, aku bisa mengatasinya sendiri walau dengan susah payah.

Tahun berikutnya kamu hadir kembali dan ini memberikan sesak yang lebih. Kamu bilang kita hanya kenal dulu. Lalu untuk saat ini? Aku benar-benar membencimu setengah mati. Tidak ada sms, chatting, atau komunikasi apapun itu karena kamu bilang itu dulu.

Tapi fikiranku benar-benar gila! Aku ungkapkan semua rasa yang ku pendam dan kamu bilang itu wajar, tidak masalah. Jika Allah menghendaki kita akan dipertemukan kembali.

Setelah itu hatiku lega dan aku tak ingin memiliki harapan lagi. Sekalipun masa lalu itu menyakitkan untukku, tapi entahlah aku hanya ingin melepaskannya tanpa ada rasa sakit yang mengiringi.

Hidupku damai kembali, lambat laun aku bisa melepaskannya. Walau belum semua bisa kulepaskan. Tahun selanjutnya kamu tidak hadir dan itu membantuku untuk melepaskan kenangan yang pernah tercipta. So for next year, I guess that you never come back.

Jika tahun-tahun sebelumnya kamu hanya singgah sesaat ditempat ini, maka ini bak bencana besar bagiku. Tebakkanku kali ini salah! Kamu kembali dan akan menetap untuk beberapa purnama. Sontak duniaku serasa dijungkir balikkan. Beberapa kepingan kenangan yang telah ku lepas dengan susah payah seolah tertarik kembali untuk kembali pada ruang hatiku. Lalu kamu? Kamu tetap seperti biasa, bahkan lebih dari sebelumnya. Kamu buat jarak juga dinding antara kita. Bahkan saat kita berhadapan seolah kita ini orang asing yang belum saling mengenal.

Maka aku bertanya-tanya dalam hati, untuk apa pinta itu dipanjatkan jika pada akhirnya akan menyakitkan seperti ini.

Setidaknya dengan hallo atau anggukan senyuman, bahwa kita bukan orang asing, kita pernah saling kenal.

Orang dingin seperti kamu,

07/08/18

Ihat Azmi

Jika pada akhirnya akan kembali asing, seharusnya tak perlu ada kata jumpa dan saling kenal. Karena awalnya kita ini asing. Bahkan yang paling menyakitkan adalah: TERASINGKAN! -Ihat Azmi-